Blog Archive

Arduino Indonesia. Gambar tema oleh Storman. Diberdayakan oleh Blogger.

Supported by Electronics 3 in 1

1. Jasa pencetakan PCB single layer dengan harga paling murah.

(Metode Pembuatan dengan Transfer Toner)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.150,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

(Metode Sablon Full Masking dan Silk Screen minimal pemesanan 100 Pcs)
>PCB design sendiri (siap cetak) : Rp.200,-/Cm2
>PCB design dari kami : Rp.250,-/Cm2

2. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan trainer pembelajaran elektronika untuk SMK dan Mahasiswa.

3. Jasa perancangan, perakitan, dan pembuatan berbagai macam kontroller, sensor, aktuator, dan tranduser.
>Design Rangkaian / Sistem Elektronika
>Design Rangkaian / Sistem Instrumentasi
>Design Rangkaian / Sistem Kendali
>Kerjasama Riset (data atau peralatan)
>Kerjasama Produksi Produk-Produk KIT Elektronika
>Produksi Instrumentasi Elektronika

4. Jasa Pembuatan Proyek, Tugas Akhir, Tugas Laboratorium, PKM, Karya Ilmiah, SKRIPSI, dll

Like My Facebook

Popular Posts

ARDUINO INDONESIA OFFICIAL

Senin, 13 Juli 2026

Arduino Sensor Hujan (Rain Sensor) Tanpa LM393 – Cara Mendeteksi dan Mengukur Intensitas Hujan

- Tidak ada komentar

Sensor hujan merupakan salah satu sensor yang banyak digunakan pada berbagai proyek Internet of Things (IoT), sistem otomasi, maupun stasiun cuaca sederhana. Dengan memanfaatkan sensor ini, Arduino dapat mengetahui apakah permukaan sensor terkena air serta memperkirakan tingkat intensitas hujan berdasarkan perubahan nilai tegangan yang dibaca pada pin analog. Pada tutorial ini, kita akan membahas cara menggunakan Arduino Uno dengan pelat sensor hujan tanpa modul LM393. Berbeda dengan modul sensor hujan yang memiliki IC komparator LM393, rangkaian pada tutorial ini hanya menggunakan pelat sensor hujan dan sebuah resistor 10 kΩ sebagai pull-up resistor sehingga pembacaan dilakukan langsung melalui pin Arduino. Setelah mengikuti tutorial ini, Anda akan memahami cara menghubungkan sensor hujan ke Arduino tanpa modul LM393, cara membaca kondisi hujan menggunakan input digital Arduino, dan cara mengukur intensitas hujan menggunakan input analog Arduino.

ESP32 MQTT - Cara Mengirim dan Menerima Data Menggunakan Broker MQTT Lokal (Mosquitto)

- Tidak ada komentar

Dalam pengembangan Internet of Things (IoT), komunikasi data antarperangkat merupakan salah satu aspek yang paling penting. Salah satu protokol komunikasi yang banyak digunakan adalah MQTT (Message Queuing Telemetry Transport), yaitu protokol ringan yang dirancang untuk mengirim dan menerima data secara cepat dengan penggunaan bandwidth yang rendah. Berkat efisiensinya, MQTT menjadi pilihan utama untuk berbagai proyek berbasis ESP32, mulai dari sistem monitoring sensor, smart home, otomasi industri, hingga aplikasi IoT yang terhubung ke layanan cloud.

 

Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menghubungkan ESP32 dengan broker MQTT untuk melakukan komunikasi dua arah, yaitu mengirim (publish) dan menerima (subscribe) data. Pembahasan dimulai dari penggunaan broker MQTT online untuk memahami dasar komunikasi MQTT, kemudian dilanjutkan dengan membuat broker MQTT lokal menggunakan Mosquitto yang diinstal di komputer. Di akhir tutorial, ESP32 akan mampu bertukar data dengan broker MQTT sehingga dapat menjadi dasar pengembangan berbagai proyek IoT yang lebih kompleks.

Selasa, 07 Juli 2026

Arduino dan Sensor Gerak Mengontrol Piezo Buzzer

- Tidak ada komentar

Sensor gerak HC-SR501 merupakan salah satu sensor yang sering digunakan untuk mendeteksi keberadaan manusia atau objek yang bergerak. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi perubahan radiasi inframerah (PIR/Passive Infrared) yang dipancarkan oleh tubuh manusia atau benda hidup. Ketika ada gerakan yang terdeteksi, sensor akan mengirimkan sinyal digital ke Arduino. Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menghubungkan sensor gerak HC-SR501 dengan piezo buzzer menggunakan Arduino. Selain membuat buzzer mengeluarkan bunyi sederhana saat gerakan terdeteksi, Anda juga akan belajar membuat buzzer memainkan sebuah melodi sebagai tanda adanya aktivitas di area pemantauan.

Arduino dan Sensor Ultrasonik Mengontrol Piezo Buzzer

- Tidak ada komentar

Sensor ultrasonik tidak hanya digunakan untuk mengukur jarak, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pemicu berbagai perangkat output, salah satunya adalah piezo buzzer. Dengan menggabungkan sensor ultrasonik HC-SR04 dan Arduino, Anda dapat membuat sistem peringatan yang akan mengeluarkan bunyi ketika ada objek yang berada pada jarak tertentu dari sensor. Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara membaca data jarak dari sensor ultrasonik, kemudian menggunakan data tersebut untuk mengaktifkan atau menonaktifkan piezo buzzer. Selain itu, Anda juga akan mempelajari cara membuat buzzer memainkan sebuah melodi saat objek terdeteksi berada dalam jangkauan sensor.

Senin, 06 Juli 2026

Arduino Mengontrol Buzzer Menggunakan Keypad 4x4

- Tidak ada komentar

Keypad 4x4 merupakan salah satu perangkat input yang sering digunakan pada berbagai proyek Arduino, seperti sistem keamanan, kunci pintu digital, mesin absensi, kalkulator sederhana, hingga menu navigasi perangkat elektronik. Dengan keypad, pengguna dapat memasukkan angka maupun karakter tertentu sebagai perintah yang akan diproses oleh Arduino.

 

Agar interaksi dengan pengguna menjadi lebih informatif, keypad sering dipadukan dengan buzzer. Buzzer berfungsi sebagai indikator suara (audio feedback) yang akan berbunyi setiap kali sebuah tombol ditekan. Bunyi singkat tersebut memberikan konfirmasi bahwa tombol berhasil terbaca oleh sistem sehingga pengguna tidak perlu menebak apakah tombol sudah ditekan atau belum.

 

Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menghubungkan keypad 4x4 dengan buzzer aktif menggunakan Arduino Uno. Setiap kali salah satu tombol keypad ditekan, Arduino akan membaca karakter tombol tersebut, menampilkannya pada Serial Monitor, kemudian mengaktifkan buzzer sehingga menghasilkan bunyi bip selama beberapa milidetik.

Minggu, 05 Juli 2026

Cara Menggunakan Keypad 4x4 dengan Arduino Uno

- Tidak ada komentar

Keypad Arduino merupakan salah satu perangkat input yang sangat populer dalam berbagai proyek elektronika dan Internet of Things (IoT). Modul ini memungkinkan pengguna memasukkan angka, huruf, maupun simbol sebagai perintah yang kemudian diproses oleh mikrokontroler. Karena harganya terjangkau, mudah digunakan, dan memiliki banyak fungsi, keypad sering menjadi pilihan utama dalam pembuatan sistem keamanan maupun perangkat kontrol berbasis Arduino.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, keypad dapat ditemukan pada berbagai perangkat elektronik, seperti ATM, kunci pintu digital, mesin absensi, kalkulator, brankas elektronik, hingga mesin penjual otomatis (vending machine). Pada perangkat tersebut, keypad berfungsi sebagai media interaksi antara pengguna dengan sistem. Setiap tombol yang ditekan akan menghasilkan sinyal yang dapat dikenali oleh mikrokontroler untuk menjalankan perintah tertentu.

 

Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menggunakan keypad 3x4 maupun keypad 4x4 dengan Arduino Uno. Selain memahami cara kerja keypad, Anda juga akan belajar bagaimana Arduino membaca tombol yang ditekan, mengenal susunan pin keypad, serta memahami alasan mengapa keypad dirancang dalam bentuk matriks. Pengetahuan dasar ini akan menjadi bekal sebelum membuat berbagai proyek yang lebih kompleks, seperti kunci pintu digital, sistem password, hingga smart home

Selasa, 30 Juni 2026

Arduino Mengontrol Motor Servo Menggunakan Sensor Gerak PIR HC-SR501

- Tidak ada komentar

Sensor gerak PIR (Passive Infrared) HC-SR501 merupakan salah satu sensor yang banyak digunakan dalam berbagai proyek otomasi berbasis Arduino. Sensor ini mampu mendeteksi keberadaan manusia atau hewan melalui perubahan radiasi inframerah yang dipancarkan oleh tubuh. Berkat kemampuannya tersebut, sensor PIR sering dimanfaatkan pada sistem keamanan, lampu otomatis, pintu otomatis, hingga berbagai aplikasi smart home. 

 

Selain digunakan untuk mengaktifkan LED atau buzzer, sensor PIR juga dapat dipadukan dengan motor servo sebagai aktuator mekanis. Motor servo mampu bergerak ke sudut tertentu dengan tingkat presisi yang tinggi sehingga sangat cocok digunakan untuk membuka pintu mini, menggerakkan penghalang otomatis, kamera pengintai, maupun berbagai mekanisme otomatis lainnya. Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menghubungkan sensor gerak HC-SR501 dengan motor servo menggunakan Arduino Uno. Arduino akan memantau status keluaran sensor PIR secara terus-menerus. Ketika gerakan terdeteksi, motor servo akan bergerak ke posisi 90 derajat. Sebaliknya, saat tidak ada lagi gerakan yang terdeteksi, motor servo akan kembali ke posisi awal 0 derajat.

Senin, 29 Juni 2026

Arduino Mengontrol LED Menggunakan Sensor Gerak PIR HC-SR501

- Tidak ada komentar

Sensor gerak PIR (Passive Infrared) HC-SR501 merupakan salah satu sensor yang paling populer dalam proyek Arduino karena mampu mendeteksi pergerakan manusia atau hewan berdasarkan perubahan radiasi inframerah (infrared). Sensor ini banyak digunakan pada sistem keamanan, lampu otomatis, alarm rumah, hingga berbagai aplikasi smart home karena bekerja tanpa memerlukan kontak langsung dengan objek yang dideteksi. Salah satu penerapan paling sederhana dari sensor PIR adalah mengendalikan LED secara otomatis. 

Arduino Mengontrol Motor Servo Menggunakan Sensor Ultrasonik HC-SR04

- Tidak ada komentar

Sensor ultrasonik HC-SR04 merupakan salah satu sensor jarak yang paling banyak digunakan pada proyek Arduino. Sensor ini mampu mendeteksi keberadaan suatu objek dengan mengukur waktu tempuh gelombang ultrasonik yang dipancarkan, kemudian mengubahnya menjadi nilai jarak dalam satuan sentimeter. Karena bekerja tanpa kontak langsung dengan objek, sensor ini banyak diterapkan pada berbagai sistem otomatisasi seperti robot penghindar rintangan, pintu otomatis, sistem parkir kendaraan, hingga perangkat keamanan.

 

Selain digunakan untuk menampilkan informasi jarak pada Serial Monitor, data yang dihasilkan sensor ultrasonik juga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai perangkat output. Salah satu perangkat yang paling sering dipadukan dengan sensor ini adalah motor servo. Motor servo memiliki kemampuan bergerak ke sudut tertentu secara presisi sehingga sangat cocok digunakan sebagai aktuator pada berbagai proyek otomatis.

 

Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menghubungkan sensor ultrasonik HC-SR04 dengan motor servo menggunakan Arduino Uno. Arduino akan membaca jarak objek yang berada di depan sensor, kemudian membandingkannya dengan nilai ambang batas (threshold). Jika objek berada cukup dekat, motor servo akan bergerak ke posisi 90 derajat. Sebaliknya, jika objek berada lebih jauh dari batas yang telah ditentukan, motor servo akan kembali ke posisi awal 0 derajat.

Arduino Mengontrol LED Menggunakan Sensor Ultrasonik HC-SR04

- Tidak ada komentar

Sensor ultrasonik HC-SR04 tidak hanya dapat digunakan untuk mengukur jarak suatu objek, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pemicu berbagai perangkat output, salah satunya adalah LED. Dengan menggabungkan sensor ultrasonik dan LED, Arduino dapat membuat sistem yang mampu merespons keberadaan objek secara otomatis berdasarkan jarak tertentu. Konsep seperti ini banyak diterapkan pada berbagai sistem otomatisasi, misalnya lampu indikator parkir kendaraan, sistem keamanan pintu, pendeteksi keberadaan manusia, robot penghindar rintangan, hingga perangkat smart home. Ketika sebuah objek berada dalam jarak tertentu dari sensor, Arduino dapat menyalakan LED sebagai indikator. Sebaliknya, apabila objek berada di luar jangkauan yang telah ditentukan, LED akan dimatikan secara otomatis. 

 

Pada tutorial ini, Anda akan mempelajari cara menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengendalikan LED menggunakan Arduino Uno. Arduino akan membaca jarak objek di depan sensor, kemudian membandingkannya dengan nilai ambang batas (threshold). Jika objek berada lebih dekat dari batas tersebut, LED akan menyala. Jika objek berada lebih jauh, LED akan mati.